I’M SORRY GIRL
Seorang
cowo’ turun dari mobil berwarna putih, berjalan melewati koridor dengan penuh
percaya diri,
tanpa
menatap sekelilingnya. Dia terus saja berjalan menuju sebuah ruangan yang
dipenuhi oleh orang dengan pakaian rapi.
“RIE………… RIE……..!!!!! “ panggil seorang cewe pada
teman nya yang sedang asyik duduk dibawah pohon sambil memegang sebuah komik. “
RIEEEEEE…….!!!!!! “ panggilnya kesal pada teman nya yang tidak menanggapi
panggilannya tadi.
“ apa….! “ sahut cewe’ itu yang merasa risih karena temannya terus saja
memanggilnya.
“ loe tue yah, kloe udah baca’ komik
aja ampe gak dengar kloe dari tadi gue terus manggil loe”
“ loe sangka gue radio apa…..?”
tambahnya kesal
“ gue udah dengar kali daritadi.
Emang ada apa’an…….”
“ loe tau gak, tadi gue liat cowo’
cakep datang ke sekolah kita. Orangnya tinggi, cakep, kulitnya putih, pokoknya
cakep banget deck….!” Cerita cewe’ itu pada Rie dengan penuh samangat.
Bagi
Rie itu sudah biasa, melihat kelakuan temannya
jika melihat cowo’ cakep. Bibirnya pasti tidak akan berhenti nyerocos
seperti petasan meledak kalo belum habis cerita tentang cowo’ cakep yang dilihaynya.“ RIEEEE…..!!!! “ teriaknya lagi
ketika menyadari bahwa teman nya tersebut hanya diam sambil terus membaca
komik, tanpa memperhatikannya.
“ apa’an sie Kei…..??? “ jawab Rie
tenang.
“ loe itu ya, gak sopan banget,
masa’ teman lagi ngomong gak di dengerin. Bikin kesal gue aja. Ya udah gue
kekelas aja ghin.” Ucapnya sambil berjalan menjauhi Rie dengan kesal.
“ Kei…, jangan marah gitu dhonk. Gue
ikut ke kelas ya, Ok “ panggil Rie sambil berlari mengejar Keisya yang telah
berjalan jauh didepannya.
Keesokan
harinya di sekolah tiba-tiba heboh, bukan karena ada kebakaran tapi mereka
heboh karena seorang cowo’ cakep datang ke sekolah mereka. Tapi seperti biasa
Rie tidak peduli pada kehebohan yang terjadi di sekolahnya. Tiba-tiba Keisya
datang dengan penuh semangat menghampiri Rie yang sedang asyik membaca buku
komiknya.
“ RIE….. RIE…..!!!! “ Keisya datang
dengan tergeseh-gesah
“ apa….” Sahut nya. Ia sudah bisa
menebak apa yang akan temannya itu katakan, ia pun lalu menutup komiknya seraya
berkata “udah ya, jangan loe bahas lagi tentang kehebohan yang gue dengar
tadi.”
“ ah loe tau aja, tapi……” belum
sempat ia bercerita bel telah berbunyi nyaring memenuhi satu sekolah.
“ nah udah masukan nie, kita balik
kekelas aja yo’ “ ajak Rie
“ ya udah kalo gitu” jawab Keisya,
sambil berjalan beriringan dengan Rie
Dalam
kelas Rie langsung duduk dikursinya, Keisya pun duduk pula disebelahnya.Tak
lama kemudian, seorang guru masuk dengan diikuti seorang cowo’ dibelakangnya.
Guru itupun langsung menyapa murid-murid dalam kelas.
“selamat pagi anak-anak….!!!” Sapa guru tersebut
“ pagi bu…..!!! “ jawab semua murid
“ ibu akan memperkenalkan murid
pindahan dari Jakarta, namanya Rio. Nah Rio ayo perkenalkan dirimu pada
teman-teman barumu. “ pinta guru tersebut
Melihat
cowo’ yang ada dihadapannya, Keisya pun lalu membisiki Rie, “ Rie, itu tuh
cowo’ cakep yang gue bilang ama loe kemarin, cakep kan. Gue gak nyangka dia
murid pindahan, & kita satu kelas ama dia.”
Rie
hanya diam saja tanpa menggubris apa yang Keisya katakana. Dia hanya sibuk
ngeluarin buku tulisnya, tanpa memperhatikan cowo’ yang keisya ributkan dari
kemarin.
Cowo’
itu pun lalu memperkenalkan dirinya.
“ kenalin nama gue, Rio Saputra. Gue
pindahan dari Jakarta. Kalian boleh panggil gue, Rio, terima kasih.” Ucapnya, selesai memperkenalkan diri.
Setelah
mendengar cowo’ tersebut memperkenalkan diri, Rie kaget. Dia tidak menyangka
bahwa orang yang ada didepannya itu Rio. Sesaat dia diam tanpa bilang apa-apa
pada Keisya yang bingung melihatnya, Rie terus menatap Rio yang ada didepannya.
Saat Rio menyadari bahwa Rie
memperhatikannya, Rie pun memalingkan wajahnya menghindari tatapan Rio. Sang
guru pun langsung menyuruh Rio duduk menempati kursi kosong dan beliau pun
langsung memulai pelajarannya.
Saat
jam istirahat, Keisya menagajak Rie pergi ke kanting untuk makan.
“ Rie, kita ke kantin yuk gue lapar
banget nie pengen makan, loe gak lapar apa, dari tadi baca komik mulu’’
“ udah hampir selesai nie, bentaran
lagi ya…..!!!! “ pinta Rie
“ kaloe gue nunggu loe, bisa mati
kelaparan gue, udah lah bentar lagi dilanjutin baca nya…!!!! “jawab Keisya
“ ya udah…..” jawab Rie melihat
teman nya yang mulai kesal.
Saat
mereka berjalan keluar dari pintu, mereka tidak sengaja bertabrakan dengan Rio.
“ sorry, gue gak sengaja, maaf ya.”
Pinta Rio
“ gak apa-apa kok, gue yang salah.
Gue yang harusnya minta maaf” jawab Keisya
“ eh Kei, katanya loe lapar. Kaloe
loe diam aja disini kapan loe makan…..? “ ucap Rie tiba-tiba
“ sorry Rie, gue lupa. Ya udah ayo
kita kekantin, sorry ya Rio gue mau kekantin dulu….” Ucap Keisya
“ ya gak apa-apa….” Jawab Rio
“ Rie…. Tunggu donk, barengan napa
sie…” panggil Keisya pada Rie yang udah berjalan meninggalkannya, tapi Rie
tetap saja pergi lebih dulu kekantin.
Mendengar
Keisya menyebut nama cewe’ yang bertabrakan dengan nya, Rio pun kaget. Dia
masih bingung dengan nama yang baru saja
didengarnya. Tanpa pikir panjang dia pun langsung masuk kelas.
Tidak
lama kemudian bel berbunyi, Rie dan Keisya pun masuk kelas dan duduk dikursi
mereka.
Rio
yang masih tak percaya pada apa yang dia dengar tadi, memalingkan wajahnya dan
menatap Rie. Setelah beberapa lama menatap Rie, Rio pun memalingkan wajahnya
kembali.
Keesokan harinya, Rio langsung menghampiri
Keisya yang baru saja sampai di kelas. Dia pun langsung bertanya pada Keisya
tentang Rie.
“ Keisya, bisa kita bicara sebentar,
ini penting…”
“ oh ya, boleh aja. Emang ada
masalah penting apa….?? “ jawab Keisya
“ ini tentang teman loe yang
kemarin….”
“ teman yang mana……? Rie maksud
loe…?? “ ucap Keisya bingung.
“ iya, gue mau Tanya tentang teman
loe itu, maksud gue Rie, Rie punya nama panjang..?? “ Tanya Rio penasaran
“ nama panjang pasti punya lah. Nama
panjang dia Rie Regina, emang nama dia napa…?” Keisya balik nanya
“ gak papa. Thanks ya Kei….!!!! “
jawab Rio, lalu pergi meninggalkan Keisya yang bingung
Keisya
hanya menatap bingung pada Rio yang telah berjalan menjauh pergi, “ orang
aneh…!!! “ gumamnya pelan
Seperti
biasa Rie duduk di kursi di bawah pohon yang rindang. Tiba-tiba Rio datang
menghampirinya, Rie yang kaget langsung menutup komiknya dan bermaksud pergi
dari tempat itu, tapi Rio tiba-tiba menarik tangan nya.
“ loe mau kemana…..?? “ Tanya Rio
sambil tetap memegang tangan Rie. Rie hanya diam saja tidak menjawab
“ loe itu gak berubah ya….. tetap
sama kaya’ dulu” lanjutnya
“ apa mau loe sebenarnya….? Lepasin
tangan gue, loe gak sopan banget sie…..? “ ucapnya sambil berusaha melepaskan
tangannya dari genggaman Rio, tapi Rio tetap tidak mau melepaskan tangannya.
“ gue mau minta maaf ama loe, maafin
gue, gue tau gue salah ama loe….” Ucap Rio sambil melepaskan tangan Rie. “ gue
gak bermaksud buat pergi tanpa pamit ama loe, gue gak sempat bilang ama loe
waktu itu karena semuanya mendadak, bokap gue tiba-tiba dipindah tugaskan, jadi
gue harus ikut saat itu juga, maafin gue.”
Rie
hanya diam aja, tapi dia pun langsung berjalan menjauh dari Rio.
Tapi,
belum jauh pergi tiba-tiba Rio memeluknya dari belakang, Rie kaget dia tidak
menyangka bahwa Rio akan memeluknya. Rie berusaha lepas dari pelukan nya tapi,
Rio sangat kuat mendekapnya, Rie pun tenang dan diam.
“ Rie gue minta maaf, maafin gue,
gue tau gue salah “ tiba-tiba Rio membuka suara
Mendengar
kata-kata yang sama keluar untuk kedua kalinya Rie pun kesal dengan keras dia
melepaskan diri dari dekapan Rio lalu mendaratkan tangan kanannya tepat kepipi
Rio dengan keras, Rio pun diam “ GUE BENCI AMA LOE “ ucap Rie sambil pergi
tanpa menatap kebelakang.
Semenjak
peristiwa itu, Rio maupun Rie tidak pernah saling tegur sapa. Meskipun begitu
Keisya melihat kalo Rio terus saja memperhatikan Rie begitu pun sebalik nya.
Melihat hal ini, Keisya menjadi kasihan pada Rio maupun Rie.
Dia
pun mengajak Rio bicara berdua “ Rio bisa kita bicara berdua sebentar…??? “
ajak Keisya
“ napa Keisya…..? “ tanya Rio
penasaran
“ loe mau gak baikan ama Rie…..??? “
Tanya Keisya balik
“dia udah gak mau baikan ama gue
lagi, jangankan baikan, teguran ama gue aja dia gak mau lagi.” Jelas Rio
“ kalo loe mau baikan lagi ama dia
gue punya cara!! “ jawab nya
“ gue mau, tapi loe punya cara apa…..??
“ Tanya Rio lagi
“ gampang, loe tenang aja, asal loe
bisa bantu gue…..” jelasnya
“ ok, gue bisa bantu loe….!!!!! “
jawab Rio setuju
Setelah
berpikir semalaman, Rie pun memutuskan untuk minta maaf sama Rio atas
tamparannya waktu itu. Tapi, setelah menunggu lama di kelas, Rio tidak juga
datang. Rie pun mulai bingung, dia pun mencari Rio keluar kelas. Belum lama dia
melangkah tiba-tiba Keisya datang dengan terburu-buru.
“ Rie ada kabar buruk, loe tau gak
kalo Rio pindah sekolah lagi, dia mau ke Australia, dia mau sekolah di sana
& gak tau kapan dia balik lagi ke sini” jelas Keisya
Mendengar
hal tersebut Rie sangat kaget, dalam hati ia sangat menyesal. “ sekarang dia
dimana….??? “ Tanya Rie
“ kalo loe ingin ketemu ama dia,
mungkin loe masih sempat ketemu dia di Bandara!!!! “ jawab Keisya
“ thanks ya Kei,!!!!! “ jawab Rie,
lalu dengan buru-buru dia menuju Bandara. Dari jauh Keisya menatapnya sambil
tersenyum.
Sampai
di Bandara ternyata pesawat menuju
Australia telah berangkat beberapa menit yang lalu. Menyadari bahwa
tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semua yang telah terjadi dan meminta
maaf, Rie pun menangis. Tangisan yang sama dengan tiga tahun yang lalu, saat
Rio pergi tampa pamit padanya. Rasa sakit yang ia rasakan dalam hati nya kini
terulang kembali dengan ditemani deraian air mata.
“ napa loe nangis? “ sapa cowo’ yang
berdiri dihadapannya. Cowo’ yang ada dihapannya itu langsung menarik Rie ke
dalam pelukannya. “ loe jahat, loe gak ngerti perasaan gue. Dulu loe tinggalin
gue tanpa bilang apa pun. Sekarang loe ngelakuin hal yang sama kaya’ dulu. “
ucap Rie sambil terus menangis dalam dekapan Rio.
“ siapa yang mau pergi…????? “ sahut
Rio sambil tersenyum
“ maksud loe….. ? kata Keisya loe
mau ke Australia…..? “ jawab Rie bingung
“ jangan-jangan loe bohongin gue,
loe gak ke Australia kan…..???? “ sambung Rie lagi
“ itu……..????? “
“ udah lah, loe itu bikin hati gue
kesal aja’ “sahut Rie memotong kata-kata
Rio
Setelah
itu Rio menceritakan tentang rencana yang di susun agar mereka bisa maafan
kembali. Semua rencana yang dibuat oleh Keisya untuk mempersatukan mereka.
Mereka pun pulang dari Bandara.
Malamnya
Rie duduk dikursi teras rumahnya, tak lama kemudian Rio datang.
“jangan melamun malem-malem nanti
kesambet lho” tegur Rio, yang membuat Rie kaget
“Rio ngapain loe datang malem-malem
ke rumah gue…? “ Tanya Rie bingung
“ gak ada apa-apa, loe mau gak ikut
ama gua ke suatu tempat…?? “ Tanya Rio
“ kemana…? “ Rie balik bertanya
“ loe akan tau kalo loe ikut ama gue,
gimana loe mau ikut…?? “ Tanya nya lagi
Rie
pun lalu mengangguk pelan, Rio tersenyum sambil menarik tangan Rie, merekapun
pergi ketempat yang mau Rio tunjukkan. Setelah sampai , ternyata tempat yang
dimaksud adalah taman.
“buat apa kita ke sini, Rio? “
Tanya Rie
“Rie, gue mau bilang ama loe, kalo
gue suka ama loe dari dulu, dari kita masih jadi sahabat” ucap Rio sambil
meraih tangan Rie dan menggenggamnya. “ loe gak harus jawab sekarang gue bakal ngasih loe waktu ampe loe yakin ama
perasaan loe ama gue” katanya lembut sambil menunggu jawaban dari Rie
“ gue juga sayang ama loe “ jawab
Rie yang membuat Rio kaget, tidak menyangka bahwa dengan cepat Rie menjawab
pernyataan cinta nya. “ loe serius kan ? loe gak bercanda kan?” Tanya Rio pada
gadis yang ada dihadapannya itu, dengan cepat Rie menganggukkan kepalanya, hal
ini membuat Rio bahagia.
Cowo’
itu pun langsung membenamkan kepala Rie kedalam dekapannya dan memeluknya
dengan erat.
“tuhan
aku mohon padamu jangan kau pisahkan aku dengan orang yang sangat aku sayang
ini” pinta Rio pada Tuhan. “ wahai
bintang-bintang malam, engkau menjadi saksi penyatuan hati kami jagalah kami “ pinta
Rie dalam hati. Dan kerlingan bintang-bintang seakan mengiyakan permintaan dua
anak muda pada malam itu.
Keesokan
harinya Keisya melihat Rie dan Rio datang dengan bergandengan tangan kesekolah
. “ udah-udah aja kali pegangan tangan nya, kan udah gak marahan lagi, malu tuh
diliatin banyak orang…” godanya
“
pagi Kei……” sambut Rio dan Rie pada
sahabatnya itu
“
ya pagi juga…. Ampe kapan loe berdua mau ada diluar…..? udah mau masukkan
nie…..!!!!!” ajak nya
“
baik ibuku sayang……………………!!!!!!! “ ledek Rio dan Rie
“
apa kalian bilaaaaaaaaaaaaaang…………… awas ya kalian!!!!!!! “ sahut Keisya sambil mengejar Rio dan Rie
yang berlari masuk kelas.
KhafkaHikariNhara
KhafkaHikariNhara
The end
CINTA
PERTAMA
setiap
orang pasti punya sifat yang baik dan hati yang tulus. Setiap orang akan
menunggu takdir mempertemukannya dengan orang yang dicintainya, seorang kekasih
yang baik dan pandai.
“
telihat jelas “ ucapku dalam hati.
Aku
Riani Aprilia, siswa kelas 2 SMA Swasta. Saat ini di Bus, kami sedang mengfoto
seseorang yang kami kagumi selama 1 tahun belakangan ini.
“ April !! kau sudah memfotonya ?! “
tanya temanku, Sari.
“tentu saja !! tapi terpotong !! “
jawabku.
“ dari seragamnya, dia pasti orang
kaya ?! “ bisiknya.
“ dia keren, kaya lagi, ternyata ada
juga ya cowo yang seperti itu di dunia ini “ jawabku
“ nanti kirim fotonya ya ?! “ pinta
Sari
“ Oke “
Hari-hari
idamanku adalah hari penuh semangat dan bertemu dengannya, cowo yang bahkan namanya
pun aku tidak tahu. Itu karena, aku bersekolah di SMA Swasta dan jarang bisa
jalan-jalan dengan bebas tapi, aku ingin cinta yang seperti Takdir. Saat keluar
dari Bus tak terduga kami saling berpandangan jantung ku rasanya ingin
berhenti.
“ April….?! Sedang apa kau ?! kau
gak turun ?!
“ Eh ?! sudah sampai ya… ?! “ aku
tersadar dari perasaanku saat Sari memanggilku dari luar Bis.
Saat
sampai dirumah…………….
“ bohong, HP ku gak ada “ ucapku
cemas, kuraih telephone rumahku untuk menghubungi HP ku.
“ DRRRTTTT………… DRRRRTTT…………… “
Gak
ada. Apakah HP ku terjatuh? tapi
terjatuh dimana…..?
“ DRRRTTTT……….. DRRRRTTTTTTTT……
pip……. Uwaaa !!............. ya?!.....” jawab seseorang yang mengangkat HP ku.
“ Ngg……halo………… halo……… ApAkah kau
pemilik HP ini?! Tanyanya
“ maaf…… ya, HP ku terjatuh…………. Kau
menemukannya…….?! Tanyaku cemas
“ ya HP mu tertinggal di Bus “
jawabnya
“ Eh ?! di Bus….?! Tanya ku bingung
“ Ah…… di kursi dekat aku berdiri “
jawabnya
“ EH…………………..??????????? “ waktu itu
didekat tempat dudukku dan yang berdiri…………
“ kau anak orang kaya itu ya….?!
“ Eh……. “ jawabnya bingung
“ Ngg…… orang yang berdiri dekat
pintu kan?!
“ Ah iya benar “ jawabnya
APA
?! yang benar saja……? Jadi dia yang menemukan HP ku…… ?!!!! Ya ampun gimana
nie……?!
Aq
malu banget nie…….? Gimana kalau aku ketemu ama dia nanti…..?
“ besok pagi kau naik bus jam berapa
?! tanyanya
“ Hah ?! jam 06.30 !! “ jawabku
“ kalau gitu……, AHH !!!! HP ini
batrenya mau habis, kalau misalnya kau telat naik Bis tolong telephone ke HP
ku, ini nomor HP ku tolong kau catat “ katanya
“ namamu siapa…..? tanyaku
“ Andre…..”
Tiba-tiba
semua hening. Ah telephonenya terputus.
Apakah ini namanya KEBERUNTUNGAN……..????
Seperti
biasa aku menunggu Bus untuk berangkat sekolah, aku tidak sabar untuk mengambil
HPku. Beberapa saat kemudian Bus pun datang.
“ selamat pagi…. “ sapanya saat Bus
datang, dia berdiri didepan pintu Bis.
“ ah !! selamat pagi “
Ah ternyata dia udah nunggu….. aku
bingung mengapa dia berdiri didekat pintu….? Gumamku dalam hati.
“ kau ini…. Suka berdiri didekat
pintu ya….?! “ tanyaku saat melangkah masuk dan duduk didekat dia berdiri.
“ Eh….? Gak, soalnya gampang kalau
mau turun!! Untung aku sudah beritahu nomorku ya… ini HP mu!! “ jawabnya sambil
menyerahkan HP padaku.
Dia
orang yang baik, apakah semua cowo kaya seperti ini ya….??? Apa boleh buat
ternyata image orang kaya seperti ini, cukup ramah.
“ tapi, pas pulang kemarin cukup
kosong lho !! “ kataku memulai percakapan ringan.
“ aku tahu kok, aku memperhatikannya
!!” jawabnya sambil tertawa, aku merasa bahagia. Aku merasa dia orang yang baik
dan ramah. Aku merasa ini seperti Takdir.
Tidak
lama kemudian Bis telah sampai depan sekolahku, akupun segera turun. Saat aku
berbalik kearah Bis, ku liat dia melambaikan tangan padaku sambil tersenyum,
akupun membalasnya dan Bispun berlalu. Kulangkahkan kakiku dengan santai
seperti tak ada beban dipundakku dan masuk kekelas.
Saat
sampai dalam kelas……
“ tunggu, April…..!! aku nungguin
foto yang kemarin tahu….. “kata Sari, saat aku baru sampai dikelas.
“ maaf-maaf HPku mau di charge dulu
ya….” Jawabku
“ April, ngecharge HP dikelas
bukannya gak boleh ya….??? Katanya sambil duduk di kursinya
Aku
tidak memperdulikan ucapan Sari, kubuka tasku bermaksud mengambil kabel
chaeger, tapi………
“ astaga batrenya sudah penuh ?!
padahal kemarin……?!
“ memang kemarin ada apa….? “ tanya
Sari padaku dengan wajah penasaran.
“ kemarin HP ku tertinggal di Bus,
dan kau tahu siapa orang yang menemukan HP ku….?? Dia adalah cowo kaya yang biasa berdiri
didekat pintu “ jawabku dengan penuh semangat
“ curang….!! Apaan sih…..?! kenapa
bisa ?! “ kata Sari kesal
“ Sari….. Takdir itu….. memang ada
lho…..!! “ jawabku dengan senyum yang puas.
Saat
pulang sekolah aku terus berharap agar dapat bertemu dengannya. Entah mengapa
perasaan itu bertambah besar saja, entah ini perasaan Cinta atau tidak tapi,
aku tak tahu mangapa perasaan ini tak dapat di hentikan lagi, begitu besar dan
meluap. Aku berharap ini bukan suatu kesalahan dalam hidupku.
Saat
pulang sekolah aku melihatnya tertidur dengan lelap dikursi dalam Bus.
Kuperhatikan wajahnya yang lembut dan tampan itu. Wajahnya saat tertidur itu
membuat aku berdebar-debar, rasanya ingin aku sentuh wajahnya yang terlelap itu
dengan lembut, tapi dia segera tersadar.
“ hei, apa begitu gantengnya aku
ya…. Sampai-sampai kau menatapku tanpa berkedip sedekitpun…..??? apa kau begitu
terpikatnya padaku ?? “ katanya sambil tersenyum padaku.
“ ti, tidak begitu aku hanya……”
“ stttt, aku tahu kok apa yang mau
kau katakan “ katanya sambil menutup mulut ku dengan tangannya.
“ kau menyukaiku….. ?? kau
menyukaiku kan…..?? jawablah aku ingin tahu “ lanjutnya lagi.
Saat
itu aku sangat terkejut, aku tidak percaya dengan apa yang dia tanyakan padaku.
Aku pun mengangguk pelan, membenarkan apa yang dia tanyakan padaku. Diapun
tersenyum nakal padaku. Tidak terasa Bus pun sampai didepan gang rumahku, entah
telah berapa lama tangannya menggenggam tanganku.
“ wah sudah sampai, aku turun duluan
ya, sampai jumpa lagi…..!! “ kataku sambil melepasakan tangannya, aku jadi
salah tingkah menyadari bahwa sejak tadi memegang tanganku.
“ kita akan bertemu lagi besok
disini kan…?” ucapnya sambil tersenyum
Aku
mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari Bus.
Keesokan
harinya aku menunggu dia diBis tapi, dia tak kunjung juga datang, aku mulai
khawatir padanya tidak biasanya dia terlambat naik Bis, bahkan biasanya dia
datang lebih dulu dan berdiri didekat pintu.
Mengapa
dia tidak datang juga ya…..? akhirnya hari ini aku lewati tanpa bertemu dengan
nya.
Saat
keesokan harinya diapun tetap tidak ada juga, bahkan tidak terasa telah satu
minggu aku tak bertemu dengannya.
“ April…..? mengapa kau merenung
begitu….? Belakangan ini kamu sering banget bengong! “ tanya Sari cemas
“ Sari aku tak dapat bertemu
dengannya, aku tak pernah melihatnya di Bus lagi, dia, dia sudah tidak mau
bertemu denganku lagi….., Hp nya juga tidak pernah aktif lagi, aku sms dia gak
balas, aku telephone nomornya gak aktif. Sari bagaimana ini aku bingung
sekali……” kataku sambil menangis.
“ sudahlah mending kita kesekolahnya
Ok, kamu mau kan…. ? “ ajak Sari
“ tapi…..”
“ kalau kamu diam terus, kamu gak akan dapat
kepastian apapun” jelas Sari
Aku
tau itu, tapi mungkin yang Sari katakana ada benarnya juga. Aku baru jadian
tapi aku nggak pernah ketemu sama dia. Apa ini yang dinamakan pacaran….? Kenapa
aneh banget. Sari benar aku harus dapat kepastian dari dia.
Akupun
menyutujui ide sari untuk datang kesekolahnya. Tapi, baru selangkah dari
gerbang sekolahnya keberanianku langsung kabur entah kemana. Aku benar-benar
takut. “ kamu yakin kita mau
masuk….? Kalau dia tak mau bertemu denganku bagaimana…? “ tanyaku pada Sari
dengan ragu-ragu.
“ kalau kamu saja tak yakin,
bagaimana dengan perasaan mu….? Kamu mau kalau dia hanya main-main aja…? “
sahut Sari kesal
“ ayo kita masuk, kita pastikan
perasaan mu itu. “ lanjutnya lagi
Aku
bingung, apakah tindakan ku ini benar…..? gimana kalau dia tersinggung karena
aku datang tiba-tiba kesekolahnya. Tapi apakah salah jika aku memastikan
semuanya…? Akupun mengikuti Sari dari belakang, berharap bahwa Andre baik-baik
saja dan dia mau mempertegas ucapannya waktu itu.
“ kau kenal dengan yang
namanya Andre….? “ tanya Sari pada seorang cowo yang berdiri didepan pintu kelas.
“ aku kenal, aku sepupunya,
emang ada apa kamu nyari-nyari Andre, kamu siapanya….? “ tanya seorang cowo.
“ April, teman ku ingin ketemu sama
dia, apa kamu tahu dia dimana…? “ tanya Sari
“April…? Jadi kamu yang namanya
April…..? “ tanya cowo itu sambil mendekati ku
“ iya “ jawabku
“ sebaiknya kamu lupakan
saja Andre, dia tidak ingin bertemu apalagi
berhubungan lagi denganmu, pulanglah lalu lupakan dia, anggap saja kau tidak
pernah bertemu dengan dia dan berhubungan dengan dia selama ini, kau mengerti
dia itu tidak serius dengan ucapannya. Dia Cuma bercanda aja sama kamu. Jadi
nggak usah kamu masukkan dalam hati. Kamu mengertikan maksudku. Pulanglah.…..?
“ katanya, lalu pergi.
“ tunggu, mengapa dia tidak
mau bertemu denganku, memang salah aku apa…? Mengapa aku harus melupakan dia,
tolong beri aku penjelasan, aku gak bisa melupakan dia begitu saja….!! “ kataku
sambil menangis
“ sudahlah….” Ucap Sari menghiburku
“ Sari, Sari kenapa dia gak
mau ketemu ama aku….. aku salah apa sama dia….? Apa salah kalau aku ingin
sebuah kepastian….? Sari apa salah ku….. Apa salah ku sebenarnya……? Kenapa dia
campain aku gitu aja, Sari…. Apa benar kata cowok itu kalau Andre Cuma
main-main aja sama aku… tega banget dia lakuin ini sama aku….? “ ucapku sambil
terus menangis, siswa-siswi terus melihat ke arahku sambil berbisik-bisik.
“ sudahlah lebih baik kita pulang
saja, tidak ada gunanya kita disini….” Kata Sari sambil merangkulku
Andre, aku salah apa
sebenarnya….. kenapa kamu tega lakuin sama aku….? Kenapa….? Tuhan salah apa aku
sebenarnya ? kenapa ini semua harus terjadi padaku….. kenapa Tuhan……? Baru saja
aku merasakan cinta tapi, kau mengambil cinta
itu…..? aku pun menangis tiada henti, tidak bisa kuterima semua yang
terjadi padaku ini….. kenapa dia begitu tega padaku…..? padahal selama ini dia
selalu baik padaku…. Tapi kenapa tiba-tiba dia menyuruh aku untuk melupakannya,
apa yang sebenar nya terjadi pada dia, apa dia memang hanya mau mempermainkan
aku saja…..? tega sekali dia menyuruh aku melupakannya, bagaimana bisa dia
menyuruh aku untuk melupakannya….?
Keesokan
harinya aku kembali kesekolahnya lagi untuk memastikan semua sampai tuntas. Aku
sengaja tidak mengajak Sari ikut, karena aku
mau memastikan semua sendiri.
“ Maaf apa kalian kenal sama Andre…?
“ tanyaku pada sekumpulan siswa
“ Andre….? Dia sudah pindah sekolah
ke tempat Ibunya di Bandung kemarin !! “ jawab salah satu dari mereka
“ sudah pindah, emang kenapa dia
pindah sekolah….? “ tanyaku lagi
“ kita juga gak tahu, tapi
udah 4 hari dia gak masuk sekolah dan tiba-tiba dia pindah sekolah kemarin “
kata mereka lagi
“apa dia gak cerita apapun tentang
kenapa dia pindah sekolah ke Bandung ? “ tanyaku
“ sama sekali gak ada ? “ jawabnya
“ ya udah kalo gitu makasih ya….!! “
kata ku lalu akupun pulang dengan hati yang sangat terluka setelah mendengar
dia pergi tanpa bilang apapun padaku. Perasaan ku tambah hancur berantakan
seperti mau mati saja rasanya. Dadaku terasa sesak sekali, air mataku mengalir
deras tanpa henti menyirami luka dihatiku. Kenapa, kanapa dia begitu tega
melakukan ini padaku…..
Apa
sebenarnya alasan yang membuat dia meninggalkan aku seperti ini, kenapa dia
begitu jahat sekali pada ku……
Tak
terasa hujan turun dengan deras mengiringi ku yang menangis, entah mengapa air
hujan terasa begitu dingin sampai terasa ingin membekukan tubuh ku dan juga
hatiku yang terluka.
Saat
sampai di rumah tubuhku basah kuyup tapi, segera ku raih Hp ku.
“
DRRRRRRRTTTTTTTTTT…….DDDDDDDDDDDRRRRRRRRRRRTT…..”
“ DRRTTT…..
DRRRRTT…..DRRRRTTTTT…. ya halo ini siapa ya…….? “tanya seorang cowo yang
terdengar dibalik nomor yang aku hubungi.
“ halo, ini aku April……, Andre…… ini
kamu kan…..? “ tanya ku sambil menangis
“……………………… pip “ tiba-tiba telephone terputus begitu
saja, aku pun tak dapat menahan air mataku yang langsung mengalir deras tak
terbendung. Kuhubungi lagi nomor Andre.
“DRRRTTTT…..DRRRTTTT….., ya
halo, buat apa kamu hubungin Andre lagi belum puas dengan apa yang aku bilang
waktu itu…? Kamu gak ngerti juga, kalo Andre gak mau lagi berhubungan lagi
denganmu….. lupakan aja dia, anggap aja kalian gak pernah saling kenal…… dia
itu Cuma main-main saja sama kamu!!! “ jawab cowo yang mengangkat telephone dariku.
“ tunggu tolong biarkan aku
bicara pada Andre sebentar aku ingin dia yang menjelaskan tentang semua ini”
kataku sambil menahan air mataku
“ ya halo, April aku minta
sama kamu tolong lupain aku, aku gak pantas buat kamu, aku gak bakal bisa
bahagiain kamu, aku gak mau kamu menderita karena punya kekasih seperti aku
selama ini aku Cuma bercanda aja. Aku nggak serius dengan apa yang aku bilang
sama kamu di Bi situ. Itu Cuma bercanda, jadi nggak berarti apa-apa buat aku.
Sudahlah lupakan aja. Kamu pasti mengerti dengan maksudku ….? “
“ tapi……”
“ aku mohon kita lupain aja
tentang semua yang terjadi antara kita selama ini. Anggap saja kita agak pernah
saling kenal dan gak pernah ada hubungan, aku minta sama kamu, kamu hanya bikin
aku tambah menderita kamu mengerti “ kata Andre lalu menutup telephone dari ku.
“halo Andre….? Andre jangan
ditutup dulu telephonnye, Ndre. Aku nggak ngerti denga apa yang kamu bilang
tadi. Andre…. Andre….? Halo…. Halo, ndre…..!”
“ ANDRE kenapa kamu begitu
tega sama aku….. jawab aku ANDRE aku salah apa, kenapa kamu lakuin ini semua
sama aku…… aku BENCI sama kamu, aku BENCI kamu jahat sama aku, kamu jahat
banget……!!!!! “ teriakku sambil menangis
Tuhan, kenapa orang yang aku sayangi
kau pisahkan dariku. Aku sayang sama dia, aku cinta sama dia. Tapi kenapa dia
bohong sama aku. Kenapa dia mainin perasaanku?
Kini aku hanya bisa menangis sekeras-kerasnya, namun tangisanku tak akan
merubah apa pun.
“DRRRRTTTT……..DRRRTTTT……” tiba-tiba
HPku bergetar, ku perhatikan layar HPku, ternyata telephone dari nomor baru,
akupun mengangkatnya.
“ ya halo, ini siapa ya….? “ tanyaku
sambil mengusap air mataku
“ halo kak, ini dengan Kinar,
adiknya ka Andre, kak ka’ Andre sebenarnya sakit gagal ginjal dan itu gak bisa
dengan mudah disembuhkan, dia bisa sembuh kalo ada pendonor ginjal yang cocok
buat ka’Andre, dan itu gak bakal mudah untuk didapatkan……!! Makanya ka’ Andre
jadi begitu, dia gak benci sama kakak, dia hanya gak mau kakak jadi sedih
karenanya, makanya dia pura-pura menyakiti kakak, maaf kan kak Andre ya…..?!! “
kata Kinar pada ku dengan sedih.
Aku
tak dapat menahan tangisanku akupun menangis, “ kenapa dia gak jujur sama aku,
kenapa dia menyimpan rasa sakit hanya sendiri padahal aku kan pacarnya, kenapa
dia gak mau cerita sama aku, kenapa…..??? “
“ kak, Ka Andre sayang sama kakak,
dia gak mau kakak menderita tolong maafin kak Andre ya kakak percaya deh sama
kinar. Ka’ Andre itu sayang banget sama kakak. Jadi kinar mohon kakak jangan
benci sama ka’ Andre …. Selamat malam,…..” ucapnya lalu telephone pun terputus.
Kenapa,
kenapa kamu menyimpan semua hanya sendiri padahal aku kan pacarmu. Kenapa kamu
gak mau berbagi rasa sakit mu padaku, aku pasti akan berusaha buat menghibur
kamu, aku pasti akan berusaha selalu ada disisimu. Aku sayang sama kamu, aku
gak mungkin ninggalin kamu sendiri dalam keadaan yang susah sekalipun, padahal
aku sayang sama kamu apapun keadaannya, kenapa kamu gak ngerti juga.
Keesokan
harinya aku tetap bersekolah seperti biasa, tapi seperti tak punya nyawa, ku
jalani hari-hari ku tanpa ada gairah sama sekali. Aku gak bisa menjalani
hari-hari ini dengan rasa gak menentu, aku merasa sangat khawatir, ku raih
tasku lalu pulang kerumah.
“ kak, bisa kakak temani aku pergi keBandung
? “pintaku pada kakak yang sedang duduk di Sofa
“ apa katamu….? Kamu jangan
sembarangan deh, kamu kira Bandung itu gak jauh apa…? Buat apa kamu kesana
segala….? Gak. Kakak Gak mau ngantar kamu kesana. “ kata kakak , sambil marah
padaku
“ tapi kak, aku ingin liat keadaan
dia, aku pingin tau gimana kabar dia sekarang, aku mohon sama kakak tolong
sekali ini saja kakak mengerti perasaan aku. Aku mohon tolong aku kak………”
pintaku sambil menangis
“ kakak akan pikirin dulu, besok
akan kakak kasih tahu keputusannya” sehabis mengatakan hal itu kakak lalu pergi
dan masuk kekamar.
Semalaman aku tak dapat tidur, ku terus saja
menangis ,memikirkan keadaan dia, dia pasti sangat menderita karena harus cuci
darah setiap minggunya, tuhan tolong kau jaga dia. Beri aku waktu untuk bertemu
dengannya.
Dalam
kesedihan kuraih HPku, kuhubungi Kinar untuk menanyakan keadaannya.
“ halo kak, ada apa kakak telephone
aku malam-malam gini….? “ tanyanya padaku
“ Kinar, gimana keadaan dia
sekarang, apa dia baik-baik saja….? “ kataku dengan cemas
“ Kak Andre sedang nangis mandangin
foto kakak, kak Andre kayaknya sedih banget deh, kak, Kakak gak benci sama
kakAndre kan….? Kakak tetap sayang sama kak Andre kan….? Sepertinya kakAndre
belum bisa lupain kakak.”
“ aku juga belum bisa ngelupain dia,
gak mudah bagiku untuk ngelupain cinta pertamaku begitu saja, Andre sangat
penting banget bagiku, aku gak mungkin bisa benci sama dia, aku sayang banget
sama dia”
“ Kak Andre sangat beruntung punya
pacar sebaik kakak, kakak sangat baik pada kak Andre.”
“ Kinar, mungkin besok aku akan
kesana untuk mengunjungi Andre.”
“ jangan, kalau kakak kesini kakak
gak bakal ketemu sama kak Andre. Kak Andre juga pasti gak bakal mau ketemu sama
kakak, karena dia tahu ini hanya akan bikin kakak maupun Kak Andre sakit saja.
Jadi sebaiknya kakak gak usah datang saja ya.” Kata Kinar
“ ya udah kakak gak akan kesana,
tapi jika terjadi sesuatu tolong bilang sama kakak ya, kakak mohon…..!!!
pintaku pada Kinar.
“ baiklah kakak gak perlu khawatir,
kalau ada apa-apa aku pasti kabarin kakak.” Jawab Kinar
Tapi setelah itu, ada 6 bulan Kinar tidak ngasih kabar apapun juga padaku. Setiap aku menghubungi nomornya selalu saja tidak aktif. Aku menjadi sangat khawatir, takut terjadi apa-apa dengan Andre. Tapi aku berusaha tetap tegar, Kinar pasti akan menghubungiku kalau-kalau terjadi sesuatu pada Andre. Pada suatu malam HP ku bergetar. Buru-buru aku mengangkatnya. Aku yakin ini pasti dari Kinar.
Tapi setelah itu, ada 6 bulan Kinar tidak ngasih kabar apapun juga padaku. Setiap aku menghubungi nomornya selalu saja tidak aktif. Aku menjadi sangat khawatir, takut terjadi apa-apa dengan Andre. Tapi aku berusaha tetap tegar, Kinar pasti akan menghubungiku kalau-kalau terjadi sesuatu pada Andre. Pada suatu malam HP ku bergetar. Buru-buru aku mengangkatnya. Aku yakin ini pasti dari Kinar.
“halo kak, Kak, kak Andre masuk
rumah sakit, keadaannya sangat parah, penyakitnya sangat parah kak, kak Andre
manggil-manggil nama Kakak, kakak segera kemari kalau ingin bertemu dengan kak
Andre, kalau tidak mungkin tidak akan sempat lagi.” Kata Kinar dengan gemeteran.
Akupun
syok HP ku terjatuh kelantai, akupun menangis sekeras-kerasnya, kakak ku
langsung kaget dan menghampiriku kekamar.
“April…. Kamu kenapa. Kamu kok
nangis histeris begitu…? Emang ada apa….? Apa yamg terjadi…..? “ tanya kakak
dengan wajah khawatir.
“ kak, aku mau keBandung sekarang,
dia sedang masuk rumah sakit kak, kalau tidak aku tidak akan bisa bertemu lagi
dengannya” pintaku sambil menangis.
“ baiklah kita berangkat sekarang
naik pesawat. Siapkan keperluanmu sekarang” ajak kakak
Dengan
khawatir aku dan kakak segera menuju bandara, kami naik pesawat penerbangan
langsung ke Bandung.
Dalam
pesawat perasaanku tidak enak, aku merasa kalau aku akan menangis sangat sedih.
Aku takut kalau aku tidak sempat bertemu dengan Andre. Saat sampai diBandung
aku langsung menghubungi Kinar untuk menanyakan diRS mana Andre dirawat. Saat
sampai dirumah sakit, ku lihat orang tua Andre menangis diruang tunggu, mereka langsung
menyuruh aku masuk. Saat masuk kulihat dia terbaring lemah tak berdaya
samasekali, dengan selang infuse ditangan kirinya, dan selang oksigen
dihidungnya. Ku tak menyangka orang yang sangat aku cintai bisa terbaring tak
berdaya seperti ini, air mataku menetes mengalir dipipiku, ku genggam
tangannya, seakan memberi dorongan kehidupan padanya. Kuperhatikan wajahnya
lekat-lekat, tiba-tiba dia tersadar dan tersenyum nakal padaku seraya berkata “
aku cakep banget ya…? Sampai-sampai kamu menatapku dengan lekat seperti itu!!!
Hei jangan menangis… kau cewe yang kuat, kau adalah kekasihku yang
terhebat..!!!” ucapnya saat melihat aku
menangis.
“ ku mohon jangan katakana apapun…”
pintaku sambil mencium tangannya
“ aku mau minta maaf karena selama
ini aku gak cerita apapun sama kamu. Aku….”
“ssttttt jangan bilang apapun aku
tahu kok kamu masih sayang sama aku, akupun begitu.” Kataku sambil meletakkan
satu jari ku dibibirnya.
“ April aku mau minta sesuatu, kau
mau tidak menemaniku melihat sunset….? “ pinta Andre padaku
“tapi, kamu kan masih sakit, kamu
gak boleh keluar dulu. Aku gak bakal izinin kamu” Jawabku
“ gak apa-apa kok aku sudah kuat,
lagipula suster akan menemani kita nanti” kata Andre
“ gak, aku gak mau. Walaupun suster ikut dengan
kita, aku gak mau, Ndre. Aku mohon jangan paksa aku, aku takut kamu bakal pergi
tanpa bisa ditolong.” Ucapku sambil menangis. Andre tersenyum seraya berkata”
tenang aja, aku gak bakal pergi gitu aja. Kamu mau kan? Aku mohon? Kamu gak
perlu kuatir aku sudah kuat kok.” Tidak
ada pilihan lain, akupun mengiyakannya.
Saat
tiba dipantai, kulihat sunset yang sangat indah menghiasi langit seolah
memayungi air laut, sangat indah.
Kutemani Andre yang duduk diatas kursi roda
sambil menatap langit.
“ April… lihatlah sangat indah
kan…..? aku merasa sangat bahagia dapat melihatnya. Aku sayang sekali sama
kamu, jika nanti aku sudah tidak ada, jangan kau lupakan aku ya…… kau boleh
menjalani kehidupan baru dan cinta baru yang lebih indah nanti….. jangan kau
berhenti melangkah maju”
“ kau bicara apasih….? Kau pasti
sembuh dan kita akan sama-sama lagi kayak dulu…!!!! “ ucapku sambil berjalan
dan duduk didepan Andre
“ April… aku pingin turun dan duduk
disebelahmu…..” pinta Andre
“tapi apa gak apa-apa? “ tanyaku khawatir
“ tenang saja!! “ ucapnya seraya
turun dari kursi roda, kupegang tangan nya untuk membantu dia berdiri. Kami pun
duduk bersebelahan sambil menatap Sunset.
“April , aku sayang banget sama
kamu…. Walaupun aku sudah gak ada nanti, cintaku ini akan terus selalu ada di
hatimu dan selalu barsemi disini selamanya…!!! “ ucapnya sambil menggenggam
tanganku dan meletakkannya didadanya.
“ aku juga sayang banget sama kamu.
Aku gak mau pisah sama kamu.” Jawabku
Tapi-tiba
tangan Andre berubah jadi dingin, aku pun kaget dan menjadi bingung. Kusebut
namanya dengan lembut.
“Ndre….. Andre…..? kamu dengar aku
kan Ndre…? Andre……? “ panggilku cemas, tapi tidak ada jawaban sama sekali, “
Andre……, Andre sadarlah……. Ndre sadarlah buka matamu aku mohon. Kamu gak akan
tinggalin aku sendiriankan Ndre…. Andre sadarlah….., Suster…. Suster…..”
teriakku keras
Andre
pun lalu dilarikan kerumah sakit, tapi sayang nyawanya tidak tertolong lagi.
Akupun menangis histeris. Orangtuanya menangis histeris, semua menangis,
seperti mimpi buruk, tidak kusangka Andre akan pergi untuk selamanya. Kini yang
tertinggal hanya kenangan-kenangan indah, juga pertemuan yang menyenangkan di
Bus waktu itu, semua kini hanya tinggal kenangan yang indah bersama orang yang
ku sayangi, aku sangat mencintaimu Andre, kau benar walau raga dan jiwamu telah
lenyap, tapi cintamu tetap akan selalu ada di hati ku, sekarang, besok bahkan
selamanya. Selamat tinggal Andre, wahai CINTA PERTAMAKU.
KhafkaHikariNhara
KhafkaHikariNhara
THE
AND
Tidak ada komentar:
Posting Komentar